Antara Impulsif dan Kompulsif


Impulsif  adalah kondisi saat seseorang mendapatkan dorongan untuk melakukan sebuah tindakan tanpa konsekuensi terlebih dahulu,  jika berbicara atau berbuat seringkali tidak disertai alasan atau penalaran-penalaran.

Kompulsif  adalah gangguan anxietas
                 ( kecemasan ) dimana pikiran yang menetap dan tidak dapat dikendalikan dan individu dipaksa untuk terus menerus mengulang tindakan tertentu. Seperti cuci tangan berkali-kali, mengecek kunci pintu berkali-kali.

My kismet kadang impulsif tapi masih wajar. My kismet tidak tahu sebenarnya yang mendasari my kismet melakukan itu apa, tapi my kismet merasa malu, bersalah, menyesal setelah melakukannya. Untungnya impulsif yang dilakukan my kismet dalam tingkatan yang wajar sih, menurut my kismet seperti hal-hal :

✔️Mengajak menikah teman pria my kismet padahal enggak pernah pacaran, gara-gara cuma mau nyenengin Bapak
✔️Menjalin hubungan sepuluh tahun dengan orang yang enggak pernah my kismet jumpai
✔️Menawar barang sampai mentok lalu enggak jadi membelinya
✔️Terpengaruh oleh omongan teman yang enggak pasti kebenarannya lalu ikut-ikutan tindakan mereka
✔️Ngomel -ngomel sama teman pria yang hanya menggoda biasa, dengan omelan yang absurd

Yah dari semua tindakan itu my kismet cuma bisa ketawa- ketawa aja sekarang kalau mengingat kejadian itu,  gimana mau malu, mau ditarik kembali? Padahal semua sudah terlanjur kejadian, menyesal ada, malu ada tetapi sudah terlanjur. My kismet hanya bisa mengambil pelajaran dari kejadian di atas bahwa my kismet ini terkadang bertindak impulsif.
Ya cara mengatasinya bisa dengan latihan kontrol diri,  relaksasi progresif, my kismet lanjut ikut yoga. Untuk tingkat yang lebih parah bisa dilakukan terapi.

Mempunyai dan pernah melakukan tindakan impulsif maupun kompulsif bukan sebuah dosa. Hanya saja apakah hal tersebut cukup menganggu diri seseorang atau malah merugikan orang lain tergantung tingkat keparahannya sikap ini yang dipunyai oleh seseorang. Melalui kontrol diri dan pengobatan yang tepat sikap ini dapat dikendalikan dan kita masih dapat hidup wajar meski tidak bisa menghilangkannya sama sekali.

Komentar