Plesiran Influencer
Adek kelas jaman kuliah yang udah kayak adek sendiri ini lah yang 'memaksa ' dan suka mengajak aku pergi jauh- jauh apalagi ditempat ekstrim dan pelosok untuk Plesiran dan menghilangkan penat sementara dari rutinitas dunia. Dan aku jadi suka, lalu adiktif
Sesampainya di rumah temanku, hawa sejuk menyambut kita, pohon -pohon besar dan tanah lumpur mencetak bekas roda motor dan menambah keasikan kita dalam berpetualangan. Hujan deras yang mengguyur selama perjalanan tak menghentikan langkah kita untuk terus maju menuju tujuan meski jalan berlumpur dan sempat menghentikan laju roda sepeda motor.
Wonosobo sunyi dan dingin setelah maghrib, sudah tidak ada kegiatan dan hiruk pikuk warga jam segitu.
ketika jalan -jalan di Batu, Malang dan Jatim Park Zoo, sebulan setelah kepergian Bapak, mungkin dia ingin menghiburku....
Tour dhe Pantai Gunungkidul, di Drini
Kebun teh Tambi di daerah Kepil,Wonosobo
Halaman di rumah temanku yang asri perbukitan Kepil,Wonosobo
Bersama dia aku nyaman karena dia yang selalu mencover semuanya saat perjalanan termasuk makan dan biaya transport, ha ha
Meski dia sekarang sibuk ngurusin anak cewek pertamanya dan bener- bener sedang menghayati peran sebagai ibu, toh warisan yang dia tinggalkan benar-benar hmmm tiada duanya...berlanjut terus sampai sekarang
Dia suka ke rumah, kadang ngabarin , kadang enggak, yang paling aku suka adalah ketika dia menghubungiku akan mengajak jalan-jalan ditempat jauh dan menginap.
Dia suka ke rumah, kadang ngabarin , kadang enggak, yang paling aku suka adalah ketika dia menghubungiku akan mengajak jalan-jalan ditempat jauh dan menginap.
Aku anak yang dibesarkan dalam lingkungan pengawasan yang ketat terutama untuk masalah bepergian dan pendidikan. Aku jarang pergi jika tidak benar-benar ada kepentingan yang penting atau acara keluarga.
Bersama dia aku jadi berani pergi jauh dan bertahan di tempat yang tidak biasa atau nyaman
Dan itu sangat menyenangkan seperti sesuatu yang baru, suatu tantangan, suatu pemandangan, suatu petualangan dalam hidupmu.
Aku paling suka saat bepergian ke rumah teman ku yang ada di Wonosobo, tepatnya di daerah Kepil, suatu daerah yang terpencil di atas perbukitan dengan jalan berkelok-kelok dan pemandangan jurang hutan yang mempesona, masih asri dan semuanya seperti lukisan alam yang tiada duanya. Kita naik motor berboncengan, tentu saja dia yang boncengin karena dia wanita yang kuat untuk urusan ini dan urusan yang lainnya.
Aku paling suka saat bepergian ke rumah teman ku yang ada di Wonosobo, tepatnya di daerah Kepil, suatu daerah yang terpencil di atas perbukitan dengan jalan berkelok-kelok dan pemandangan jurang hutan yang mempesona, masih asri dan semuanya seperti lukisan alam yang tiada duanya. Kita naik motor berboncengan, tentu saja dia yang boncengin karena dia wanita yang kuat untuk urusan ini dan urusan yang lainnya.
Pertama kali diajak kesana,aku agak takut kalau terjadi apa-apa sementara kita hanya perempuan berdua, tetapi bersama dia aku nyaman dan enggak takut sama sekali, perjalanan menjadi menyenangkan meskipun jalan yang kita lewati berliku dan berkelok luar biasa, pinggiran jurang yang cukup membuatku merinding membayangkan seandainya motor kita terperosok ke arah situ atau misal ban sepeda bocor sementara tidak ada orang maupun bengkel disitu...Habislah kita, sepanjang perjalanan menuju Wonosobo melalui jalan Magelang terilhat begitu sepi hanya beberapa rumah terlihat diantara kawasan hutan yang enggak tahu itu berpenghuni atau tidak.
Selama perjalanan kita disuguhi pemandangan alam yang indah dimana terbentang sawah terasering perbukitan dengan warna hijau yang mempesona dan membuat hati nyaman.
Woow belum lagi pemandangan mata yang indah, kita juga bisa berhenti di beberapa titik untuk sekedar melepas dahaga dengan minum air dari mata air pegunungan langsung.....segar dan tiada duanya, surga dunia
Sesampainya di rumah temanku, hawa sejuk menyambut kita, pohon -pohon besar dan tanah lumpur mencetak bekas roda motor dan menambah keasikan kita dalam berpetualangan. Hujan deras yang mengguyur selama perjalanan tak menghentikan langkah kita untuk terus maju menuju tujuan meski jalan berlumpur dan sempat menghentikan laju roda sepeda motor.
wajah berminyak setelah lari2 dari ular sawah
Selimut tebal belum mampu melindungimu dari dinginnya cuaca yang menusuk sampai tulang rusukmu kecuali mungkin pelukan hangat kekasih he he
Segelas teh hangat akan menghangatkan tubuhmu sekejap ditambah gorengan mendoan hangat menambah hangat suasana temaram malam di atas bukit ditengah hutan.
Aku mandi air dari mata air langsung yang dingin dan membuat tubuhku menggigil tapi segar sekali.
Sebuah rumah pedesaan yang masih asli berada di atas perbukitan tak jauh dari hutan pinus. Di bawah rerimbunan pohon pohon hutan tropis yang besar dan sedikit lembab, memberikan kesan tersendiri untuk rumah di ujung bukit desa Kepil, Wonosobo. Beberapa rumah ada disekitarnya meski tak banyak, jemuran cengkeh bertebaran di depan rumah dialasi kain terpal menambah suasana pedesaan makin kental. Pagi itu setelah bangun tidur burung- burung menyambut dengan ocehannya yang riang, matahari tersenyum dibalik hutan dan pepohonan rimbun, embun- embun terlihat mengkilat dan seolah mau terjatuh karena gerakan gravitasi bumi. Aku jalan- jalan di sekitar dan bermain air dan arusnya di sungai kecil yang masih virgin, bersih dan tiada ternoda, udara segar kuhirup dalam -dalam demi menikmati materi duniawi yang tak terhingga harganya dan diberikan percuma oleh Tuhan Yang Mempunyai Semesta
Pertama kali ke Banjar Negara naik motor, ini rumah dinasnya adikku saat masih mengabdi di Puskesmas, gigiku masih berkawat dan tersiksa
mata air di Kepil Wonosobo yang segar
Sebuah rumah pedesaan yang masih asli berada di atas perbukitan tak jauh dari hutan pinus. Di bawah rerimbunan pohon pohon hutan tropis yang besar dan sedikit lembab, memberikan kesan tersendiri untuk rumah di ujung bukit desa Kepil, Wonosobo. Beberapa rumah ada disekitarnya meski tak banyak, jemuran cengkeh bertebaran di depan rumah dialasi kain terpal menambah suasana pedesaan makin kental. Pagi itu setelah bangun tidur burung- burung menyambut dengan ocehannya yang riang, matahari tersenyum dibalik hutan dan pepohonan rimbun, embun- embun terlihat mengkilat dan seolah mau terjatuh karena gerakan gravitasi bumi. Aku jalan- jalan di sekitar dan bermain air dan arusnya di sungai kecil yang masih virgin, bersih dan tiada ternoda, udara segar kuhirup dalam -dalam demi menikmati materi duniawi yang tak terhingga harganya dan diberikan percuma oleh Tuhan Yang Mempunyai Semesta
Sudut Taman Sari,tempat pemandian selir- selir Raja Mataram, sebelum dipilih untuk masuk kamar oleh Sang Raja dengan ditunjuk melalui lemparan bunga dari atas
Sejak saat itu aku sukak banget plesiran, dan membuat agenda untuk plesiran per tahun, untuk tahun ini perkecualian karena tahun 2020 adalah tahun yang luar biasa dimana pandemi virus Corona melumpuhkan semua sendi kehidupan dimana kamu harus jaga jarak, menghindari kerumunan, tidak boleh bepergian jika tidak penting sekali dan entah Pandemi ini kapan berakhir, nyatanya dunia masih sibuk sekali diporak porandakan oleh coronavirus ini....
Pertama kali ke Banjar Negara naik motor, ini rumah dinasnya adikku saat masih mengabdi di Puskesmas, gigiku masih berkawat dan tersiksa
mata air di Kepil Wonosobo yang segar
Halaman di rumah temanku yang asri perbukitan Kepil,Wonosobo





















Komentar
Posting Komentar