TPA PONDOK AMONG
Menjadi wiraswasta bukan tujuan hidupku jika aku tidak kenal Kiron, pria maya yang membuatku jatuh cinta dan menunggunya selama sepuluh tahun untuk akhirnya bersama yang pada akhirnya tidak bisa bersama....
Aku tidak pernah membayangkan menjadi wiraswasta karena keluargaku maupun trahku tidak pernah mengenalkan aku tentang dunia wiraswasta. Aku di arahkan untuk jadi PNS atau menjadi karyawan atau menjadi pegawai sejenisnya. Sekolah yang tinggi dengan nilai yang bagus untuk kerja dengan orang lain atau menjadi PNS supaya hidupnya terjamin seperti Bapakku , setidaknya dapat pensiun tanpa kamu harus bersusah payah mencari uang tambahan.
Tapi Kiron, pria Bangladesh yang belum pernah aku temui itu memaksa aku menjadi wiraswasta saat kita mengurus birokrasi per nikahan yang cukup rumit, pada akhirnya aku ingin dia tinggal di Indonesia dan berusaha mensponsorinya dengan punya usaha dulu. Aku bisanya usaha kecil ,membuka sekolah Paud. Anehnya kenapa waktu itu aku tidak minta modal saja ya sama Kiron untuk membuka usaha...ya karena aku wanita polos yang tulus dan tidak matere..
Ok , next aku mendirikan usaha ini karena aku udah lama malang melintang di dunia pendidikan anak dengan menjadi kader Paud di masyarakat, jadi bukan hal yang sulit untuk memulai usaha ini. Usaha ini cukup berkembang dan menghidupi diriku, aku bisa jalan - jalan ke luar negeri dan menghidupi diri sendiri tanpa meminta uang kepada orang tua.
Sekolah ini didirikan tanggal 02022012, sebenarnya Januari sudah buka,tetapi belum ada muridnya, setelah pengajian beberapa kali untuk pembukaan sekolah, akhirnya sekolah ini berdiri dengan sepuluhan murid, sebelumnya tempat yang digunakan adalah ruang kecil dibelakang yang hanya terdiri dari dua kamar dan satu kamar mandi kecil. Meski kecil, Pondok Among selalu ada murid, dengan kisaran 5-20 an murid
Tenaga guru hanya dua orang , termasuk aku, setelah dua tahun berjalan akhirnya Bapakku mengijinkan aku memakai ruangan di depan yang tentu saja lebih luas tempatnya. Murid yang kudapat juga lebih banyak, aku nambah guru 2-3 guru. Selain itu aku juga mulai berani membuka kelas bayi, yang sebelumnya belum berani dan hanya berani menerima balita yang sudah bisa jalan saja.

Aku sedih, aku hancur, setelah kepergian Bapak banyak yang aku urus terutama peninggalan warisan oleh Bapak, rehabilitasi dan perawatan rumah yang rusak, serta meneruskan pembangunan yang sudah di tinggalkan jejaknya oleh Bapak. Aku sibuk dan sibuk sementara sekolah tetap berjalan. Aku menjadi lelah dan tua tanpa kusadari. Aku berada dititik jenuh. Ketika tahun 2018 usahaku semakin menurun , aku tahu ada ketidak beresan dalam managemen SDM, aku mengajak temanku untuk membangun managemen Pondok Among...dan dia bersedia...
Temanku menginginkan semua dirubah dari nama, dan lain-lain. Sebenarnya aku kurang setuju akan hal ini, tapi aku ikut aja... lalu perubahan nama dari Pondok Among ke Janitra..Semua managemen diganti, temanku ku angkat jadi Kepala Sekolahnya, semua guru ganti setelah konspirasi dari dua guruku yang lama dengan membawa kabur hampir semua muridku...dan mendirikan penitipan di sebelahku.
Temanku menginginkan semua dirubah dari nama, dan lain-lain. Sebenarnya aku kurang setuju akan hal ini, tapi aku ikut aja... lalu perubahan nama dari Pondok Among ke Janitra..Semua managemen diganti, temanku ku angkat jadi Kepala Sekolahnya, semua guru ganti setelah konspirasi dari dua guruku yang lama dengan membawa kabur hampir semua muridku...dan mendirikan penitipan di sebelahku.
Aku lihat semua masih berjalan wajar -wajar saja meskipun hari- hari masih terasa memanas antara aku dan 'tetangga sebelah'
Semua tampak bagus, bangunan sekolah juga tampak indah dengan warna warni cat, dan kekompakan gurunya. Lalu masalah mulai datang, ketika peewakilan dari gugus TK yang menanyakan keberadaan TK Janitra soal ijin dan lain sebagainya. Lalu tentang anak-anak yang dibawa oleh Kepala Sekolah dari sekolah yang lama, dan adu domba yang dilakukan antar guru tentang aku atau hal lainnya. Lalu datang masalah dari wali murid...dan yang terakhir yang membuat aku yakin untuk melepaskan dari ikatan ini adalah...aku sudah Jenuh, lalu
Janitra dibawa temanku beserta semua murid muridnya..Aku memilih untuk istirahat sementara dari dunia pendidikan anak dan memilih menjadi kader Paud di kampung sementara ini. Hal ini terjadi tepat sebulan sebelum Pandemi menyerang Jogjakarta.dan sekolah diliburkan sementara waktu hingga saat ini bulan Oktober, semua ada hikmahnya...
Sekolah setelah direhap tampak bagus, temanku itu memang luar biasa hebat, sayang masalah ya g datang bertubi tubiembuatku tidak kuat dan aku mengundurkan diri dari semua kejadian yang telah menimpaku dua tahun terakhir ini.
Sia sia ? Tidak!
Ternyata Tuhan sudah merencanakan skenario ini semua, sekolahku yang direhap lalu sekolah tutup sebulan sebelum Pandemi, dan KBM Taman Widya yang aku lanjutkan mendapat kunjungan dari Wawali Kota Yogyakarta sehingga persiapan ini sudah matang setahun yang lalu termasuk pengecatan, perapian halaman dan lain- lain tanpa aku harus kelimoungan ketika Pak Wawali datang mendadak bulan April. Semua berjalan lancar...aku dan sekolahanku masuk televisi meski yang diusung adalah KBM Taman Widya.
Tuhan sudah menyiapkan semuanya, termasuk untuk hal-hal yang kecil. Betapa rencana dan bantuan dari Tuhan luar biasa. Tuhan membalikkan semuanya dengan begitu cepat, namaku yang sudah tercemar, di bolak balikkan faktanya oleh guru guru yang tidak setia dan semuanya dilakukan oleh Tuhan dalam waktu sekejap saja. Luar Biasa Kuasanya....jika kita menerima semua ujiannya tanpa berkeluh kesah, tetap bersabar dan tetap berjalan di jalan yang benar.
Pondok Among sebelum si rehap, dan masih asli seperti sedia kala..
Seragam yang digunakan oleh anak-anak Pondok Among
Aku punya banyak rencana ke depan, untuk POndok Among, KBM maupun yang lainnya, hanya saja setelah semua hal yang aku lewati, aku menjadi lebih mantap untuk melangkah, melangkah bersama partner hidup yang mungkin sedang delivery dikirimkan Tuhan untukku, dia sedang dalam perjalanan karena mungkin ujianku dan ujian dia belum selesai.
Sehingga pada saatnya kita bertemu di waktu yang telah ditentukan oleh Tuhan, aku dan dia benar -benar menjadi pasangan partner dalam segala hal dengan kesiapan mental 💯 persen...AAMIIN
Bapakku almarhum pernah berkata, usaha yang sudah jalan lima tahun tapi tidak menunjukkan perkembangan yang berarti sebaiknya ditutup saja..
Mungkin ada benarnya aku tutup sementara untuk istirahat setelah melalui beberapa kali ujian yang cukup melelahkan
Bapakku almarhum juga pernah berwasiat,
" Na, aku mimpi omah kulon dadi istana, tapi nek seko usahamu sek saiki kok ketokke ora, soale, biasa saja...'
Mungkin aku ambil hikmah dari istirahat panjang yang secara ajaib bersamaan dengan Pandemi Corona untuk berintropeksi diri, menunggu seseorang yang dikirim Tuhan untukku dan bersiap memulai sesuatu yang baru, sesuatu yang membangun istana seperti kata almarhum Bapakku..AAMIIN
Sementara ini Pondok Among vakum, selama Pandemi dan aku berharap dalam waktu dekat ini aku mempunyai pasangan hidup yang bisa kujadikan partner dalam bisnis, keluarga maupun kehidupan. Setelah perjalananku selama kurang lebih 8 tahun dalam membangun usaha dan hampir duapuluh tahunan bekerja mandiri. Aku berharap Tuhan mengirimkan seseorang, seseorang yang sederhana saja, yang mampu kujadikan teman dalam segalanya. Menuju jannahnya untuk lebih bermanfaat lebih banyak lagi untuk masyarakat maupun sesama...AAMIIn
Sementara ini Pondok Among vakum, selama Pandemi dan aku berharap dalam waktu dekat ini aku mempunyai pasangan hidup yang bisa kujadikan partner dalam bisnis, keluarga maupun kehidupan. Setelah perjalananku selama kurang lebih 8 tahun dalam membangun usaha dan hampir duapuluh tahunan bekerja mandiri. Aku berharap Tuhan mengirimkan seseorang, seseorang yang sederhana saja, yang mampu kujadikan teman dalam segalanya. Menuju jannahnya untuk lebih bermanfaat lebih banyak lagi untuk masyarakat maupun sesama...AAMIIn















Komentar
Posting Komentar