THOLE


simbahku yang kerudungan, pemilik Thole yang akhirnya diwariskan ke aku, cucu pertamanya yang belum menikah jugak...



Thole adalah sejenis burung derkuku atau puter, burung piaraanku yang terpaksa aku piara karena aku dipaksa...Loh?

Aku juga enggak tahu dia jantan atau betina, soalnya belum pernah tak tanyakan sama yang ahlinya perburungan..He he,🐾tapi terlanjur tak namai THOLE yang berarti anak lelaki, menurut beberapa pria dia jantan kok..🤭

Iya, aku diberi burung ini oleh almarhum nenekku, ibu dari ibukku kira -kira duapuluh tahun yang lalu, sesaat setelah ibukku meninggal, tadinya aku enggak mau, tapi akhirnya terpaksa mau...

THOLE sering tak cuekin, makan seadanya dan sering banget aku tinggal pergi, aku enggak pernah ngurusin dia bener -bener sejak dua puluh tahun yang lalu sampai sekitar dua tahunan yang lalu. Dia sering tak biarin, kubelikan makan dan Bapakku yang urus. Tinggal sendiri di kandang, enggak pernah aku ajak ngobrol, kotoran aku ganti seminggu sekali, air kadang- kadang kekeringan dan kubelikan makanan yang murah. 

Saat thole sakit cukup serius, aku bener2 sedih

Selama hidupnya dia sakit dua kali. Dulu pas Nenekku masih hidup, bulunya rontok, enggak mau makan berhari-hari dan tentu saja enggak mau bernyanyi setiap saat seperti biasanya. Nenekku datang, mengelus-elus dengan penuh kasih sayang, membelikan vitamin dan makanan yang lebih bagus..akhirnya sembuh dan kucuekin lagi. Kucuekin karena aku sibuk, semakin sibuk, dan suka pergi-pergi. Aku jarang memikirkan dia, dia hanya kuanggap sebagai hewan untuk hiasan, dan bila paginya ku lihat masih hidup berarti dia hidup dan ya sudah...begitu terus hingga duapuluh tahun berlalu.........Bahkan aku tidak pernah memikirkannya kalau dia juga punya hormon dan butuh kawin semenjak aku tahu hormonku meletup-letup dan butuh pelepasan.

THOLE tetap hidup dan bertahan-tahun demi tahun, meski hanya di dalam kandang dan enggak pernah kawin , enggak punya teman dan enggak pernah diajak jalan-jalan
Thole sudah mulai sembuh dari sakit

Hingga suatu hari sebulan setelah kepergian nenekku yang memberi burung ini, dia sakit parah, mula mulanya dia enggak bernyanyi beberapa hari, enggak mau makan, enggak mau minum, kepalanya tertunduk lesu, tidak bisa mengangkat kepala, bulu-bulunya tidak rontok tapi mengembang seperti kedinginan atau meriang. Kupikir dia sedang adaptasi karena kupindah dari rumah lama kerumah baru, kandangnya memang baru, rumahnya juga pindah...atau mungkin aku terlalu tinggi menaruh dia sehingga dia enggak tahan dingin atau panas, aku lupa kalau dia sudah tua.


Aku bingung, aku pangku dia, dia lemas bahkan untuk mengangkat kepala dia enggak bisa, kupikir dia akan mati, ikut nenekku, kubersihkan kandangnya, kusemprot lalu kutaruh di dalam rumah

Keesokan harinya, dia dalam posisi terbalik,, kepala di bawah, tapi masih bernafas, cepat-cepat aku ambil dia dari kandang kutaruh di kardus dan aku segera pergi ke toko burung untuk beli obat,

' Ada obat lumpuh buat burung?" tanyaku sesaat tiba di toko burung dilihat oleh Bapak -Bapak dan aku baru sadar aku cewek sendiri. Aku menceritakan kondisi burungku terkini dan penjual memberiku obat lumpuh untuk ayam atau bebek berupa kapsul yang diminumkan sehari dua kali.
Aku buru -buru pulang lalu kusuapin burung dengan sendok yang kucampur air putih dan kapsul itu, dia meminumnya dengan posisi miring- miring karena tubuhnya udah setengah miring kayak serangan stroke, minum lumayan banyak, dia dehidrasi, bahakan aku lupa memberinya minum dia beberapa hari ini...lalu dia kumasukkan kardus masih tertunduk lesu...tidur dengan bulu-bulu mengembang.

Aku sudah pasrah seandainya dia mati, sudah aku buatkan kuburan di halaman rumah agar dia dapat ku kulihat setiap hari. Hampir tiga hari dia tidak menunjukkan perubahan tetapi minum dan minum hingga hari ke empat ada kejaiban dia mau makan sedikit, jalannya udah tegak dan dia sudah dikandang lagi
 

Thole sudah sehat, sudah bernyanyi lagi, sekarang aku manjakan dia,🍃aku lepas setiap pagi di halaman, secara dia enggak bisa terbang tinggi sejak dulu datang ke rumah, aku beri makanan yang mahal dan bergizi, dia sehat dan pulih untuk menemaniku yang masih sendiri..

Thole, besok kita berpasangan bareng ya😍
Terima kasih sudah menemani hari- hariku, maafkan aku sudah mengabaikanmu selama ini, ternyata kesepian itu terkadang sangat menyakitkan ya, tak kan kubiarkan hidupmu sepi lagi....🤭 aku akan lebih hewani terhadapmu...






Komentar

Postingan Populer