KEHILANGAN Terbesar My Kismet
Kehilangan terbesar yang dialami my kismet adalah kehilangan kedua orang tuanya.
Rasanya seperti kehilangan nyawa, ingin rasanya mengganti semua kehilangan itu dengan apa yang my kismet punya, tapi percuma
Percuma kamu melawan takdir, takdir yang sudah ditentukan sama Tuhan.
Kehilangan itu membuat my kismet kehilangan keseimbangan hidup, mati rasa untuk sesaat
Bagi selain kismet mungkin sudah masuk ke dalam fase depresi atau ada wacana bunuh diri
Hanya karena pola asuh yang diberikan oleh orang tua my kismet serta keimanan yang dipunya my kismet.
My kismet bertahan dan melanjutkan hidup
Melanjutkan hidup dengan kesibukan yang luar binasa berharap kesibukan itu bisa membunuh waktu dari detik ke detik, menit ke menit lalu hari ke hari dan tahun ke tahun.
Time doesn't heal, doesn't it?
Waktu tidak akan menyembuhkan rasa sakit, benar kan?
Rasa sakit itu tetap ada tersimpan di relung hatimu, tercatat di memori otakmu yang setiap waktu mengingatkanmu untuk kembali ke kejadian itu jika kau sedang kembali ke sana.
Semuanya masih jelas dan seperti terjadi baru saja. Sakit itu Nyata....
My kismet terhindar dari depresi kemungkinan karena kegiatan my kismet yang cukup padat, my kismet ditimpa bertubi-tubi kesibukan mulai dari urusan keputrian, keluarga besar, masyarakat maupun kesibukan sosial yang lain.
My kismet berkamuflase suatu saat, seolah bahagia dan harus selalu tersenyum padahal malam hari menangis sesenggukan diatas bantal atau di pojok kamar
Itulah hidup, seninya hidup
Suka atau tidak suka kamu harus menerima semua rasa, perih, kecewa, sakit, patah hati, bahagia, senang maupun tertawa lepas.
Kamu harus merasakan semua selagi kamu hidup.
Kamu harus merasakan sendiri semuanya...apa yang kau buat, apa yang kau tanam akan membuahkan hasil sebanding bukan berbanding terbalik. Ini Nyata.
Pada akhirnya hidup tergantung dari caramu
Caramu memandang dunia ini
Caramu menghadapi ujian hidup dan melewatinya
Caramu bertoleransi dengan keadaan sekitar
Caramu beradaptasi dengan perubahan yang ada
Caramu bertahan hidup di situasi yang tidak lagi kondusif
Tersesat atau menyesatkan diri
adalah Caramu bertahan hidup
Kamu bisa memilih untuk merusak diri setelah sebuah persoalan membuatmu kecewa atau patah hati
Lalu kamu ber- kartasis untuk permasalahan hidupmu dengan merusak diri atau membuat dirimu lebih tangguh
Tergantung sama Kamu
Tuhan memberikan ketangguhan ditiap diri manusia yang dibekali iman dan ilmu yang bisa kau lihat, kau rasakan kau raba, kau pahami selama kamu sehat apalagi cerdas
Hidup adalah Takdir
Kita tidak bisa menolak takdir yang telah menjadi Skenario Tuhan
Tapi caramu memilih hidup adalah Hak mu
Hakmu untuk menjadi Rusak atau Lurus
Kamu memilih, kamu tanggung resikonya
Kamu Berhak atas Cara Pandang Hidupmu
meski kamu tidak berHak atas Takdir Hidup
NB: Hal ini enggak berlaku buat ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) termasuk yang sudah bertumbuh menjadi MBK...



Komentar
Posting Komentar