NGAYOGYAKARTO HADININGRAT
Sudut terbaru dari Malioboro titik 0 km Yogyakarta (2020 sebelum pandemi corona)
Gara-gara dia
Masih tentang seorang teman yang penulis.
Dia yang memotivasiku bikin blog, orait, setelah aku ber-bla bla sedikit tentang profilku di blog ini, sedikit kehidupan masa laluku dan sedikit hobiku ( semua akan dikupas tuntas di novel- novelku selanjutnya, karena novel- novelku adalah buah inspirasi dari kisah nyata kehidupanku dan sekitarku☺️)
Kata dia, aku harus nulis spesifik, khas aku dan unikable, wokey tantangan diterima
Setelah melalui pemikiran berhari-hari, tirakat dan shalat istikharah akhirnya aku memutuskan untuk menulis tentang kota kelahiranku, tempat tinggal seumur hidupku lengkap dengan sejarah, budaya, kehidupan, tempat-tempat wisata( waiki hubungannya dengan hobby traveling)
Tunggu tanggal mainnya
#Yogyakarta Berhati Nyaman
Next, yuk..
.
Sekilas Umum Tentang Yogyakarta
Tanggal peresmian kota ini 7 Oktober 1756
Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabupaten dan satu kota yaitu kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo dan kota Yogyakarta.
Daerah Istemewa Yogyakarta ditetapkan berdasarkan UU No 3 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya tanggal 15 Agustus 1950 dan memiliki konsekensi hukum dan politik yang berbeda dengan provinsi yang lainnya
Pusat Pemerintahan Provinsi DIY adalah kediaman Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Keberadaan Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman sejak dahulu menjadi cikal bakal munculnya keistemewaan. Kedua raja ini mengeluarkan maklumat tanggal 18 Mei 1946 yang menyatakan secara resmi DIY disematkan dan menjadi tanda bersatunya kedua monarki yang ada di Yogyakarta.
Then, Yogyakarta become Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar ke empat di Pulau Jawa. Kota ini mempunyai luas 32, 5 km2 dengan jumlah penduduk total kurang lebih 427.498 juta jiwa. Kota Yogyakarta terdiri dari 14 kecamatan salah satunya adalah kecamatan Kotagede.
Kecamatan Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara tahun 1575-1640. Keraton ( istana ) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyokarto dan Puro Paku Alam merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi Yogyakarta pernah menjadi ibukota Indonesia yaitu antara tahun 1946-1950
Gedung Agung inilah yang pernah menjadi pusat pemerintahan Indonesia dijaman kolonial.
Kata Yogyakarta sendiri diambil dari dua kata yaitu Ayodhya yang berarti kedamaian dan Karta yang berarti baik
Motto : Mangayu Hayuning Bawana
cita - cita untuk menyempurnakan masyarakat
Slogan : Berhati Nyaman
yaitu bersih, indah dan nyaman
.
Pusaka dan Identitas Daerah kota Yogyakarta yaitu Tombak Kyai Wijoyo Mukti. Pusaka pemberian Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X dibuat pada tahun 1921 semasa Sri Sultan HB VIII merupakan simbol dari kemenangan sejati pada masa depan dimana seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesenangan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata.
Tentang Tugu Yogya
Kalian pasti tahu dong Tugu ini..rasanya belum ke Jogja kalo belum mampir ke Tugu ini lalu berfoto ria di area ini, makin malam makin asik. Apalagi saat ini tugu Yogya telah direnovasi hingga makin ciamik penampilan sekitarnya. Perempatan Tugu ini merupakan jantung kota Yogyakarta yang menghubungkan Keraton Yogyakarta jika ke selatan dan melewati Malioboro dulu sebelumnya. Utara perempatan adalah jalan menuju Gunung teraktif di dunia yaitu Gunung Merapi, jika barat jalan adalah jalan untuk menuju perbatasan kota Jogya dengan Kulon Progo dan sebelah timur perempatan menuju kota Solo dan sekitarnya. Pemandangan di sekitar Tugu sangat indah di malam hari. Daerah sekitar ini juga dipenuhi oleh kawula muda yang ingin menghabiskan malam bersama teman atau pacar.
Tugu Pal merupakan penanda batas utara kota Yogyakarta yang dibangun tahun 1755 oleh Sri Sultan HB I. Pendiri Keraton Yogyakarta. Tugu ini mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan Laut Selatan, Kraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.
Awal berdiri tugu ini menggambarkan Manunggaling Kawulo Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat itu tergambar jelas, tiangnya berbentuk gilig ( silinder ) dan puncaknya berbentuk (golog) bulat sehingga dinamakan Tugu Golog Gilig
Ketinggian bangunan awalnya 25 meter, pada tahun 1889 keadaan tugu berubah karena rusak oleh gempa bumi dahsyat yang terjadi pada tanggal 10 Juni 1867. Tugu berubah dan direnovasi lalu dibuat bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti para pendirinya. Ketinggian menjadi 15 meter / 10 meter. Sejak saat itu Tugu ini disebut Tugu Pal Putih. Perombakan ini sebenarnya adalah taktik Belanda untuk mengikis persatuan rakyat dan raja namun usaha ini tidak berhasil.
Gaesss, Jogja adalah kota yang indah, ramah, bersih dan syarat akan budaya leluhur makanya kita dinamakan Daerah Istemewa Yogyakarta, banyak tempat wisata yang menarik di Jogja, selain pemandangan, juga karena peninggalan budaya, heritage heritage kelas dunia ada di Jogja...sayang masa pandemi corona dari bulan maret hingga september ini melumpuhkan pariwisata Indonesia termasuk Jogyakarta,
So, mesti sabar dulu tunggu korona berlalu lalu baru bisa berkunjung ke tempat-tempat wisata untuk berbagi cerita sekaligus foto-foto yang membuat menarik hatimu untuk berkunjung ke kota ini...No reason
Next, pernak- perniknya kota Yogyakarta
.: Selamat datang di Website Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota







Komentar
Posting Komentar