Thomas Stamford Raffles dan Rafflesia Arnoldi

Padma Raksasa ( Rafflesia Arnoldi) merupakan tumbuhan parasit obligat ( yang sepenuhnya menggantungkan sumber energi pada tumbuhan inang)
merupakan tumbuhan terbesar di dunia,
tumbuh dijaringan tumbuhan merambat sebagai inangnya yaitu tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak dapat berfotosintesis

Bunga ini tidak berakar, tidak berdaun, tidak bertangkai dengan diameter kurang lebih 1 meter, dan berat kurang lebih 11 kg, bunga ini menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrasigma, di dasar bunga Rafflesia Arnoldi terdapat piringan berduri berisi benang sari atau putik tergantung jenis kelamin bunga.
Penyerbuknya adalah lalat yang tertarik pada bau busuk yang dikeluarkan.

Sejarah mencatat penemuan pertama kali oleh Dr. Joseph Raffles warga kebangsaan Inggris yang sedang melakukan ekspedisi ke Bengkulu tanggal 19-20 Mei 1818, sekaligus sebagai ilmuwan.

Penemuan berlokasi di dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, kab. Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu

meskipun ada yang mengatakan bunga ini ditemukan oleh ilmuwan Perancis yang melakukan penelitian di Indonesia selama 11 tahun bernama Louis Augeste Deschamps
Nama bunga ini merupakan gabungan dari nama Dr. Joseph Raffles sebagai nama genus, Arnoldi sebagai nama spesies
bunga ini memiliki lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong.
Bunga ini berumur satu minggu dan setelah itu layu atau mati
Raffles sesungguhnya bukan ilmuwan murni, dia adalah seseorang yang pernah menjelajahi Asia dan berusaha menguasai Jawa dan sekitarnya, pernah meluluh lantakkan Keraton Yogyakarta dengan meriam dan mesiu, pada 20 Juni 1812 , mayat-mayat prajurit Jawa yang tewas tertusuk tersungkur ke parit bawah tanah, mempermalukan raja dan pangeran pribumi dengan mencium lutut Raffles, memicu pembantaian di Palembang ketika pemerintahan Sultan Badaruddin dan mencoba menerapkan sistem sewa tanah yang mengubah ekonomi di Jawa. Sistem sewa tanah ini sangat merugikan rakyat dengan pajak tinggi dan sangat menguntungkan Inggris meskipun pada kenyataannya keuangan kas negara tetap zonk karena dikorupsi dan lain- lain termasuk pembiayaan perang yang menguras kas.

Raffles dilahirkan pada 6 Juli 1781 diatas kapal budak bernama Ann merupakan anak pertama dari enam bersaudara.
Sebagai seorang juru tulis dan petugas administrasi junior di Perusahaan Hindia Timur Inggris sejak usia 14 tahun dengan mengorbankan sekolah formalnya, sangat giat dalam bekerja lalu dia dikirim ke Asia sebagai Asisten Sekretariat Gubernur Penang di Pantai Malaya dekat pusat selat Malaka pada tahun 1805 dan Inggris menguasai Jawa dan sekitarnya sekitar tahun 1811 dan 1816 selama lima tahun, ketika negeri Belanda diduduki Napoleon, Inggris melakukan invasi dan merebut Jawa dari Belanda. 
Kedatangan Inggris di Cilincing pada bulan Agustus 1814
Bendera Inggris berkibar di Teluk Batavia dengan simbol merah putih Perusahaan Hindia Timur Inggris


Raffles berhasil menguasai Keraton Yogyakarta dan menyerang Keraton dengan dahsyat dan semena-mena padahal sebelumnya selama 200 tahun Belanda tidak dapat melakukan penyerangan di Keraton. Selain itu berusaha menguasai Jawa dengan sistem pajak sewa tanahnya meskipun tidak berhasil dan malah menambah keterpurukan ekonomi yang sebagian diselewengkan. 

Meskipun demikian Raffles meninggalkan jejak hingga sekarang selain bunga dan buku yang berjudulThe History of Java 1817,  yang sebagian besar hanya memuat sisi baiknya Raffles. Dokar merupakan alat transportasi semasa penjajahan Inggris di Indonesia begitu juga dengan aturan jalan kaki disebelah kiri  ( mengapa kita tidak berjalan kaki di sebelah kanan).

Sepertinya bukan hanya itu saja warisan yang ditinggalkan penjajah, budaya korupsi, penjualan opium(narkotika), birokrasi yang rumit, konspirasi politik yang licik,  sistem pemerintahan yang berantakan telah ditinggalkan oleh mereka dan menciptakan 'Law of Ciprat'  ke tanah bekas jajahannya.

Selain melakukan penelitian tentang candi melalui bawahannya, Raffles meninggal saat berada rumahnya di Inggris dalam keadaan terduduk setelah sakit bertahun-tahun yang di duga sakit tumor otak bukan meninggal di Bengkulu karena malaria seperti beberapa isu yang beredar. Ironisnya ketika kembali ke Inggris, Raffles juga membawa barang jarahan seberat duapuluh ton berupa gamelan, arca-arca Hindu , patung-patung, harta, pernak pernik maupun senjata rampasan.

Ada yang mengatakan jika dijajah Inggris maka negaranya akan maju seperti Malaysia dengan jalan bebas hambatan tolnya, Singapura dengan gedung-gedung pencakar langit, Bangladesh, Pakistan, Afrika mereka lebih maju..bukan sentimen seperti ini yang diharapkan, kenyataannya bukan negara yang dijajah oleh Inggris tetapi karena dijajah oleh negara yang salah
My kismet pernah melihat bunga Rafflesia langsung, ketika tahun 2019, selain harus menuju hutan tempat bunga Rafflesia tumbuh sekitar 7 -10 jam dari Bandara. My kismet turun sendiri ke hutan yang masih asli dan tidak dijaga, menyusuri licinnya tanah berwarna coklat lumpur bekas hujan yang disekililingnya berupa jurang- jurang kecil jika tidak hati- hati dapat terpeleset, perjalanan turun kurang lebih 500 meteran sampai satu kilo menuju lembah hutan yang lembab diantara pohon -pohon hijau yang tinggi di sekitar aliran sungai yang kering. Bunga berwarna coklat tua itu belum mengeluarkan aroma busuk dan my kismet berhasil menyentuhnya. Bunga ini tidak bisa diprediksi berkembangnya kapan dan tidak bisa dipastikan tergantung juga pada tumbuhan inangnya, siklus bunga ini 21 bulan.


#catatan dari buku Raffles dan invasi Inggris ke Jawa ( Tim Hannigan )

Nb: The History of Java
berisi terjemahan Bharatayudha, satu episode panjang dalam kisah Mahabarata,yang ditulis dalam bahasa Kawi, bahasa Jawa Kuno, bahasa kesusastraan adiluhung dengan aksara tersendiri. Buku ini juga berisi Candi Borobudur, Candi Sukuh, Candi Penataran, Candi Dieng dan Singosari, tumpukan batu-batu pahat, monumen-monumen epik yang dilupakan semua orang-kecuali tentunya orang-orang yang tinggal di sekitarnya sejak candi-candi itu didirikan. Penyusunan daftar candi di Jawa akhirnya merupakan penaklukan Inggris yang paling ramah dan mengagumkan di Indonesia
Penulis biografi Raffles kebetulan manjadi istri kedua dan skeptis tetapi masih bisa diterima.
Berdirinya Singapura kini dinyatakan sebagai prestasi terbesar Raffles
 ( meski kenyataannya dia hanya menghabiskan total sembilan bulan di tempat tersebut dan seharusnya berbagi kejayaan dengan William Farquhar yang ada di sana selama tiga tahun sebagai residen Inggris pertama)


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer