Nyi Loro Kidul

My kismet tidak berani menampilkan sosok Beliau, karena mistis, ini adalah tempat tinggal atau istana yang diyakini kepunyaan Beliau di bawah Laut Selatan Jawa. Ratu ini sering digambarkan sebagai Putri berparas cantik dengan pakaian Jawa lengkap bermahkota emas dengan selendangnya berwarna hijau serta memiliki kereta kencana dengan ribuan prajurit. Konon ceritanya prajurit-prajurit itu adalah orang-orang yang hilang dan tenggelam di Laut Pantai Selatan.

Tetapi my kismet percaya bahwa alam lain itu ada. Alam yang dihuni oleh jin-jin yang diciptakan sama dengan manusia untuk tujuan beribadah kepada Tuhan hingga kiamat tiba, hanya beda alam dan penampakan. Seringnya disalahgunakan oleh manusia meski mereka adalah makhluk yang cerdas dan berakal hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu dan cenderung ke tindakan Syirik.


Dalam jejaring besar mitos yang mengelilinginya, Ratu Laut Selatan dulunya merupakan putri suatu kerajaan yang telah lama punah, yang melarikan diri ke dunia roh dibawah laut Selatan Jawa. Setelah dikutuk karena menolak calon suami pilihan ayahnya. Dia sangat berkuasa dan cantik, meski usianya bertambah seiring siklus bulan. 

Ada beberapa versi mengenai Nyi Loro Kidul antara lain dia adalah putri dari kerajaan Galuh sekitar abad 13 merupakan keturunan penguasa Pajajaran, atau keturunan dari Raja Airlangga Kahuripan, bahkan ada yang mengatakan keturunan dari raja Kediri Jayabaya.

Untuk versi kerajaan Galuh, Ratu Ayu dari Galuh melahirkan seorang bayi perempuan yang bisa berbicara, dan mengatakan bahwa dia adalah penguasan semua lelembut di Tanah Jawa, berdiam di Pantai Selatan. Bersamaan itu roh Raja Sindhula dari Galuh muncul dan bersabda bahwa cucunya tidak akan bersuami untuk menjaga kesucian dirinya dan kelak hanya bisa kawin dengan raja-raja Islam di Jawa

Hijau adalah warna favoritnya, dan dia akan memaksa orang yang cukup bodoh mengenakan warna tersebut ketika mandi di Pantai SELATAN Jawa untuk bergabung dengan pasukan rohnya.

Lusinan perenang dan nelayan menghilang setiap tahunnya di pinggiran wilayah kekuasaannya. Istana besarnya berada di suatu tempat Lempeng Tektonik Indo-Australia menyelip di bawah Lempeng Eurasia untuk mengirimkan energi istemewanya ke Jawa dan disanalah dia memandu Senopati.

sekilas tentang Senopati
*Senopati adalah putra pemimpin salah satu daerah kecil subur di tengah Jawa antara puncak keganasan Gunung Merapi dan pantai berbadai Laut Selatan, sekitar tahun 1570 ketika abad-abad Hindu-Budha yang panjang di Jawa telah berakhir pada tahun 1500-an ketika Kerajaan Majapahit yang perkasa tumbang karena kekuatan Islam Demak yang mulai muncul.

Seorang bangsawan Jawa muda bernama Senopati, mendatangi belantara-belantara di sudut-sudut Jawa Tengah, melakukan pertapaan mistis, bermeditasi sambil berendam hingga batas leher  dalam aliran air dingin pegunungan, menggantung terbalik dari dahan-dahan pohon beringin dan hidup liar tanpa mandi selama berminggu-minggu. 

Pertapaannya jelas berhasil karena pada suatu malam ketika dia tertidur di atas Sela Gilang, batu hitam keramat yang mencuat dari pasir pantai, satu bintang melepaskan diri dari bentangan langit dan jatuh melalui kegelapan malam yang wangi di Jawa, melayang-layang di atas kepala Senopati.

Bintang tersebut membawa ramalan Senopati bakal mendirikan kerajaan besar.Cahaya bintang ramalan ini cukup terang sehingga menembus kegelapan pekat di bawah ombak yang memukul ganas dipantai selatan Jawa. Pemandangan tersebut menarik sosok Ratu Laut Selatan.

Lalu disanalah dia memandu Senopati yang kejatuhan bintang. Selama tiga hari tiga malam penuh , Nyi Loro Kidul mengajari Senopati seni pemerintahan, keterampilan perang dan bercinta serta meyakinkan Senopati bahwa dia tidak hanya akan meminjamkan pasukan gaib untuk penaklukan mendatang : Sang Ratu Laut Selatan juga akan menjadi pelindung dan istri  bagi seluruh penguasa di kerajaan yang dia dirikan-asalkan mereka tidak mengabaikannya. 

Bangsawan muda tersebut akhirnya muncul dipermukaan, basah kuyup dan tak sadarkan diri namun penuh energi, di pantai Parangkusumo ,tepat di Selatan Puncak Merapi, dan sesudahnya dia mengubah wilayah kecil kekuasaan Ayahnya -sepetak daratan hijau bernama Mataram-menjadi salah satu kerajaan terbesar yang pernah dikenal di Jawa.

Mataram sebelum terpecah menjadi dua mengalami masa keemasan dibawah Sultan Agung, cucu Senopati. Pada abad ke -17 hampir seluruh Jawa dikuasai dan Sultan Agung masih menjaga hubungan dengan leluhur yaitu Nyi Loro Kidul yang berperan penting dalam upacara dan protokol istana
 
Mitos Saja
Penulis terkenal dari Indonesia Pramoedya Ananta Toer menuliskan dari sisi lain bahwa
Pujangga Istana Mataram menciptakan mitos Nyi Roro Kidul sebagai kompensasi kekalahan Sultan Agung saat menyerang Batavia sekaligus gagal menguasai jalur perdagangan di Pantai Utara Jawa untuk menutupi kehilangan tersebut pujangga Jawa menciptakan Dewi Laut Nyi Roro Kidul sebagai selimut bahwa Mataram masih menguasai Laut Selatan dan bahwa Raja Mataram akan beristrikan Sang Dewi tersebut

nb : sumber dari Tim Hannigan dengan judul RAFFLES dan invasi Inggris ke Jawa

 orang Jawa sering melakukan meditasi untuk mendapatkan kekuatan ditempat-tempat keramat untuk memperoleh kasekten  hingga sekarang yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam meskipun yang melakukan sebagian beragama Islam

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer