MENGAJAR Versi My Kismet
Kenapa yang iseng-iseng dalam hidupku lanjut jadi adiktif ya...?
My kismet ngajar bukan karena panggilan hati, secara kuliah di UNY tapi jurusannya bukan pendidikan, jurasan MIPA murni itupun secara enggak langsung dijerumuskan Bapakku dengan doktrin
Ayo kamu mau kuliah jurusan yang enggak boleh recehan atau enggak kuliah sekalian? Jadi aku enggak boleh ambil jurusan macam sosial politik, hukum, managemen, kehutanan, kedokteran hewan, apalagi seni dan harus masuk negeri yang murah meriah pas eranya Soeharto, jurusan yang menurut beliau receh saat itu my kismet enggak boleh memilih apalagi memasukinya. Sebelumnya my kismet dijerumuskan ke fakultas kedokteran yang super favorit saat itu, tentu saja kamu harus punya nilai yang tinggi untuk masuk jurusan favorit orang sejagat. Allhamdullilah my kismet enggak jadi dokter, bisa dibayangkan kalau my kismet jadi dokter, pas Covid begini, bisa psikosomatis lalu ijin dokternya dicabut karena
ngeles ijin terus buat menghindari Corona, secara adikku yang jadi korban kedokterannya Bapakku, positif sama Covid...meski OTG dan waras...
dan aku terdoktrin , aku ambil MIPA, ya jurusan Kimia, wow...ternyata belajar Kimia yang my kismet kira hanya belajar kimia aja..hmmm semua ilmu dipelajari disitu, kimia, fisika, matematika,biologi, Ambyar dan my kismet auto mengambyarkan diri seketika. Berharap kelak lulus bisa bekerja di Perusahaan Kimia yang besar di luar kota tetapi Takdir membawa my kismet ke jalan yang berbeda...
Kuliah di Kimia selanjutnya kamu seperti kertas folio , wajahmu mirip kertas folio, setiap minggu kita 3-5 kali masuk laboratorium, yang notebene dulu belum ada komputer, nulis hasil laporan pakai kertas folio dan dikumpul..meski seringnya aku copas kerjaan temen -temen lanangku....
Temen-temen lanang yang ambyar habis, suka bolos nitip absen, cekeran, rambutnya gondrong-gondrong, bajunya kurang jahitan, kadang sebagian dari mereka berangkat ke kampus dalam posisi enggak mandi, setengah mabuk entah karena miras atau pil...tapi mereka cerdas cerdas lo, dan lucuk
Next, my kismet awal ngajar di semester akhir, gantiin temen yang enggak bisa ngajar di sebuah bimbel ternama di Jogja, ngajar privat, saat itu my kismet memakai motor yamaha merah yang bunyinya menggelegar dan sering macet yang terkadang auto nuntun sampe klenger. Sering ditolak murid karena enggak cocok, kadang juga rumah mereka jauh- jauh dan aku dapat bayaran rendah
Eh kok ya my kismet ini punya ide buat melepaskan diri, ngajar mandiri aja. Sejak saat itu aku ngajar dimana-mana, tetangganya anu, sodaranya anu, anaknya anu, temannya anu, sekolahnya anu..hmmm udah puas keliling Jogja, saudaramu tambah banyak, rejekimu mengikuti, bahkan dari ngajar privat ini my kismet bisa jalan-jalan, biayain kuliah sendiri, buka usaha dan lain lain, intinya menghidupi my kismet
Sekali lagi bersyukur karena Bapakku alm menjerumuskan aku ke jurusan ini..
Jatuh Cinta
Akhirnya my kismet jatuh cinta sama mengajar, jiwanya menjiwai mengajar, jadi sukarelawan, ngajar beneran, ngajar honorer, ngajar dari segala kalangan usia, padahal my kismet tidak
pernah mengambil jurusan pendidikan.
Mengajar ini juga yang membawa my kismet mempunyai kesibukan sampai sekarang hingga di musim Pandemi Corona yang hampir melumpuhkan semua segi kehidupan
Eh la kok malah my kismet pada akhir bulan April 2020 tiba-tiba didatangi Pak Wawali buat tetep ngajar sukarela selama Pandemi, dishooting, diwawancara dan masuk TV lokal. Ada di You Tube dan di blog my kismet Biasa Saja ( Fana ). Sejak saat itu my kismet jadi seneng ngajar anak-anak yang jenuh dirumah terus karena Pandemi, dan selama Pandemi ini my kismet merasa bermanfaat, dan auto membuat perasaan bahagia.
Merasa bermanfaat dan merasa sibuk sangat perlu untuk jenis tipe kebribadiannya my kismet secara my kismet masih sendiri dan belum disibukkan dengan urusan rumah tangga, dan lagi sudah tidak ada orang tua. Semacam membunuh waktu dengan kesibukanmu yang bermanfaat di dunia dan bekal di akhirat.
Pada akhirnya apa sih yang kamu cari didunia ini selain membuat dirimu bermanfaat bagi orang lain, menyumbangkan apa yang bisa kau sumbangkan untuk kepentingan bersama....
Karena hidup hanya singkat dan sekali saja
#nobel kehidupan







Komentar
Posting Komentar