Sahabat Sejati-nya My Kismet
Buat Seseorang
Tulisan ini kudedikasikan untuk seorang sahabat yang lahir di Bulan September. Aku hampir lupa gimana kita ketemu pertama kali, tapi yang pasti aku yang agresif..karena aku tipe cewek yang enggak bisa hidup tanpa sahabat. Enggak ada pacar enggak masalah, tapi enggak punya sahabat, itu baru masalah).
So, dia kupaksa jadi sahabat. Entah kenapa, akhirnya dia bisa melebur dalam hidupku, padahal hubungan kita cenderung ke simbiosis parasitisme : dia yg tak rugikan aku yg untung terus, aku parasitnya dan dia inangnya
Jalan hidupku enggak mulus semenjak ibu pergi, seringnya seperti Naik roller coaster. Dia tahu semua. Dia menampung semua sedihku, jerit tangisku, bahkan racun-racun sampahku kutumpahkan semua ke dia. Bertubi-tubi, tanpa pernah kutanya kondisinya? Apakah sedang baik-baik saja.
Aku jarang mendengarkan dia. Jarang menanyakan apakah dia punya masalah berat. Bahkan aku enggak ngasih dia pinjam uang saat dia butuh. Fix toxic banget, kan, aku.
Aku enggak tahu kenapa dia bertahan. Mungkin dia punya stok antiracun yang banyak.
Sementara teman yang lain datang dan pergi begitu saja, dia tetap bertahan. Seharusnya dia sudah keracunan, tapi sampai sekarang masih baik-baik saja. Untung ada dia, aku jadi bebas dari penyakit psikomatis. Racun-racunku hilang, dan masalahku pergi. Selesai tanpa harus depresi.
Dia suka nungguin aku solat di masjid, tapi aku enggak pernah nungguin dia misa di gereja. Dia suka nraktir aku macem-macem, tapi aku jarang banget nraktir dia. Aku suka kirim pesan singkat WA ke dia tentang hal-hal receh yang enggak penting banget. Dan dia menanggapi. Dia yang jarang banget ber-WA nan soal hal receh sama aku.
Dia tahu perjuanganku mendapat cinta sejati. Dari terpuruk, ditipu, dan digantung berkali-kali. Dia tahu itu. Dia tahu aku terlalu berekspektasi tinggi tapi dia enggak menghakimi aku. Dia tidak menghakimi aku meski aku menjengkelkan dan keras kepala. Dia hanya mendengarkan saja, wow.
Dia seorang yang baik meski kurang percaya diri dan pemalu, beda banget sama aku yang kepedean dan enggak punya malu.
Toxic
Dia suka dirumah, aku suka kelayapan. Dia introvert sedangkan aku ekstrovert. Aku suka memaksa dia untuk menjadi seperti aku, padahal itu menyakitkan. Tapi dia tidak marah! Bahkan dia enggak pernah nyuruh aku seperti dia, OmG How toxic me!?
Lucunya entah ini kebetulan atau takdir. Ah.tapi aku enggak percaya kebetulan, semua sudah ada skenarionya. Kamu ketemu aku, kamu jatuh cinta sama aku, hingga kamu nggak sengaja ketemu aku di pasar. Semua sudah diatur dan ada maksudnya, ya kan...?
.
Dia dan lingkaran hidupnya itu berhubungan dengan aku. Lucu enggak sih, mulai dari teman teman dekatnya ternyata temanku juga. Temen dekatku ternyata tetangga sebelah rumah (ini baru tahu setelah lama enggak ketahuan).
Pacar-pacarnya ada hubungannya dengan temanku atau aku langsung. So, aku tahu dia dan semua lingkaran hidupnya terbuka seketika. Bahkan saat dia tidak tahu yang tersembunyi dari masa lalu seseorang yang dekat dengan dia. Absurd abis!
Absurd
Hidupnya itu enggak bisa jauh dari lingkaran hidupku. Tapi enggak ada lingkaran hidupku yang masuk di lingkaran hidupnya, sama sekali ! Untuk itu aku akan tuliskan kisah kita dalam sebuah novel. Ini hadiah yang bisa kuberikan setelah racun-racun yang kuberikan kepadamu sengaja atau enggak sengaja.
Nawang & Siska
Buat kamu yang telah jadi sahabat dalam hidupku, menerima aku apa adanya. Telah keracunan toxic-ku. Terimakasih. Tuhan mencintaimu...dan menawar racun dengan cara Dia...Sekali lagi, terimakasih.
Tanpa sahabat,seorang pun tak ingin hidup,meski ia banyak harta- Aristotel
Nawang & Siska
Sebuah Kisah Klasik Tentang Persahabatan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya














hey, itu, buat aku kan? hahaha. thanks juga buat persahabatan kita, my best friend...
BalasHapushe eh...foto yg ciamik difb nggak bisa dipublikasi....besok blog ni beredar pas ultahmu aja...ha ha
Hapusakhirnya nemu foto..yea yes
Hapusakhirnya nemu foto..yea yes
Hapus